Archive for Juni, 2010

Asal Mula Hari Ibu

Pertama kali hari Ibu diadakan
pada perayaan musim semi pada
zaman Yunani kuno untuk
menghormati Rhea, Ibu dari para
dewa. Selama tahun 1600-an,
Negara Inggris merayakan
sebuah hari yang disebut
dengan “Mothering Sunday”
yang dirayakan pada minggu ke
empat pada 40 hari sebelum
Paskah untuk menghormati The
mothers of England.
Selama masa ini, banyak orang
Inggris yang miskin bekerja
sebagai pembantu di rumah
orang kaya. Biasanya mereka
dipekerjakan di ladang atau
perkebunan yang cukup jauh
dari rumah mereka. Para pekerja
ini harus tinggal di sana sebagai
pekerja. Pada saat hari Mothering
Sunday, para pembantu dan
pekerja ini akan beristirahat dan
diizinkan untuk pulang ke
rumahnya dan menghabiskan
waktu bersama dengan ibu
mereka. Kue khusus pada hari itu
disebut dengan mothering cake.
Kekristenan pun meluas ke
seluruh Eropa dan perayaan ini
berubah menjadi hari untuk
menghormati “Mother Church”
kekuatan spiritual yang memberi
mereka kehidupan dan
melindungi mereka dari bencana.
Gereja pun selalu merayakan
Mothering Sunday Celebration
dan semua orang yang mulai
menghargai, mengasihi, dan
menghormati ibu mereka
sebagaimana mereka
menghormati gereja. Di Amerika,
Hari Ibu pertama sekali
disarankan oleh Julia Ward Howe
(Penulis lagu Battle Hymn of the
Republic) pada tahun 1872
sebagai hari perdamaian. Nyonya
Howe pun membuat sebuah
organisasi dan mengadakan
pertemuan mengenai Hari Ibu di
Boston setiap tahunnya.
Pada tahun 1907, Ana Jarvis dari
Philadelphia mulai
mengkampanyekan tentang
perayaan Hari Ibu sebagai Hari
Nasional. Pada saat itu, Hari Ibu
pun mulai dirayakan di
Philadelphia. Pada tahun 1911
hari Ibu menjadi hari Nasional
yang dirayakan di setiap negara
bagian di Amerika. Meskipun
tanggal perayaan Hari Ibu di
berbagai negara berbeda-beda
namun Hari Ibu telah menjadi
hari yang sangat berarti bagi
umat Kristen.
Bersyukur buat Ibu yang telah
melahirkan mereka dan
bersyukur kepada Tuhan telah
memberikan mereka seorang
Ibu.
JimmyOentoro.com

Iklan

Asal usul Penduduk Maluku

ASAL USUL PENDUDUK MALUKU

PROPINSI Maluku yang terletak di Wilayah Indonesia bahagian Timur  mempunyai posisi geografi yang strategis, yang terletak memanjang dari utara ke selatan pada 3° Lintang Utara – 9° Lintang Selatan dan dari barat ke timur 124° Bujur Timur dan 137 Bujur Timur. Luas daerah Maluku ± 85.728 km dan terdiri dari 999 buah pulau. Pulau Seram adalah pulau yang tertua struktur geoligisnya dibandingkan pulau lainnya di daerah Maluku.

Sumber : Angelfire.com

Tentang asal usul penduduk Maluku yang pertama sampai sekarang belum dapat ditentukan dan dipastikan oleh para ahli. Akan tetapi sesuai dengan kenyataan dewasa ini dimana penduduk Maluku merupakan campuran dari berbagai bangsa yang merantau dari negeri asalnya.

Mereka ini menyinggahi wilayah-wilayah dikepulauan Maluku untuk menetap dan atau untuk melanjutkan perjalanannya.

Diperkirakan yang mula-mula sekali memasuki kepulauan Maluku adalah suku-suku bangsa Austria Melanesia. Mereka adalah orang-orang Negrito dan Weda dan dianggap sebagai penduduk tertua yang mendiami daerah-daerah pedalaman. Kemudian masuk pula suku bangsa Proto Melayu yang diikuti oleh Deutero Melayu dan suku bangsa Mongoloid. Suku-suku bangsa ini menyinggahi kepulauan Maluku terutama pulau-pulau besar seperti Halmahera dan pulau Seram, pulau Buru, Bacan dan pulau Obi serta pulau-pulau lainnya.

Pulau Seram yang terkenal oleh penduduk Maluku Tengah dengan sebutan “NUSA-INA”  atau  “PULAU IBU”  adalah merupakan pusat penyebaran penduduk ke pulau-pulau sekitarnya antara lain pulau Ambon, pulau Haruku dan pulau Saparua.

Penduduk pulau Seram dikenal sebagai suku “ALIFURU” yang diartikan oleh penduduk setempat sebagai “MANUSIA AWAL”.

Menurut antropologi  A.H. Keano pulau Seram dari dahulu telah didiami oleh suatu suku bangsa yaitu bangsa “ALIFUROS”. Bangsa ini berasal dari campuran antara KAUKASUS MONGOL dan bangsa PAPUA. Di pulau Seram bangsa ini dikenal dengan suku-suku “ALUNE”  dan  “WEMALE”.

Suku ALUNE dan WEMALE mendiami daerah pedalaman Seram Barat. Suku ALUNE berpusat di sekitar negeri Riring dan suku WEMALE di sekitar Hunitetu.

Menurut antropoloog F.J.P. Sache dan dr O.D. Tauern mereka berpendapat bahwa suku Alune berasal dari utara yaitu kemungkinan berasal dari Sulawesi utara atau Halmahera, sebab di pulau Halamaheran juga terdapat suku ALIFUROS. Dan mereka mempunyai ciri-ciri yang sama yaitu berambut kejur dan berkulit agak kuning. Mereka juga memiliki kebiasaan yang sama antara lain cara-cara menguburkan mayat dengan meletakan kepala ke arah barat.

Suku Wemale meurut mereka berasal dari arah Timur dan kemungkinunan besar dari Malanesia. Di kalangan penduduk setempat suku Alune dan Wemale dianggap merupakan turunan langsung dari manusia “NUNUSAKU”.

Kemudian perkembangan demi perkembangan dan didesak oleh berbagai faktor, maka suku-suku Alifuru ini mulai meninggalkan tempat kediamannya yang semula yaitu pulau Seram dan pulau Halmahera kemudian menyebar ke pulau-pulau kecil lainnya antara lain pula Ambon, Haruku dan Saparua sedang di Maluku Utara ke pulau Ternate, Tidore Bacan dan Obi.

Sampai saat ini apabila ditanyakan pada hampir semua keluarga atau mata rumah yang berasal dari Maluku Tengah maka orang akan menjelaskan bawah nenek moyang mereka berasal dari “NUNUSAKU” atau dengan kata lain dari keturunan suku Alunu & Wemale.

Demikian juga dengan keluarga atau mata rumah dari kepulauan Ternate dan Tidore mereka menjelaskan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Halmahera.

sumber : angelfire.com